Minggu, 26 Mei 2013

Kultum Copyright, Open Access dan Common Creative Writing


COPYRIGHT VS OPEN ACCES VS CREATIVE WRITING

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat banyak dan beragam. Keragaman masyarakat menjadi tantangan bagi lembaga penyedia informasi yaitu perpustakaan. Sekarang ini, informasi mudah untuk diakses dan didapatkan oleh setiap manusia dimanapun dan kapanpun. Dengan berkembangnya teknologi, kesempatan untuk tidak tahu tentang informasi terbaru menurut saya sangat kecil kemungkinannya. Informasi bisa diakses dari berbagai media contohnya saja internet yang menjadi tantangan bagi perpustakaan. Internet memberikan kemudahan akses informasi apapun itu bentuknya. Kemudahan mendapatkan informasi tersebut, juga memberikan dampak yang positif dan negatif. Sebagian dari kita belum banyak paham mengenai etika dalam memilah dan memilih informasi yang relevan baik dari internet maupun koleksi bahan pustaka di perpustakaan. Maka dari itu, perlu adanya pengetahuan bagaimana caranya mendapatkan sebuah informasi dari sebuah karya orang lain tanpa harus begitu saja mengambilnya. Pengambilan informasi dari karya orang lain juga memiliki aturan dan batasannya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Dalam bahasan kali ini, akan membahas sedikit tentang apa itu Copyright, Open Access, dan Common Creative Writing.
            Copyright yang disimbolkan dengan sebuah lingkaran dan huruf c didalamnya (©) disebut juga “hak cipta” kalau diartikan adalah hak khusus bagi seseorang yang mempunyai suatu karya dari hasil cipta rasa dan kreativitasnya sendiri. Hak cipta memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan yang tidak sah. Karya seseorang tersebut tidak bisa digunakan sembarangan atau di copy secara bebas oleh orang lain. Kalau orang lain hendak mencopy, menggandakan dan menggunakanya, maka harus mendapatkan izin dari pemegang hak cipta dari karyanya. Izin tersebut biasanya menggunakan nominal tertentu, artinya jika ingin menggunakan ya harus bayar terlebih dahulu. Dengan adanya hak ini akan mencegah              hal-hal yang tidak diinginkan. Jika terjadi pelanggaran maka bersiap-siap menghadapi hukum yang telah berlaku, karena di Indonesia telah mengatur Copyright/Hak Cipta dalam UU RI Nomor 19 Tahun 2002. Ibarat pepatah berani berbuat berani bertanggung jawab. Tapi berbuatlah dengan sebaik mungkin tanpa harus merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kalau di atas sedikit mengenai Copyright, sekarang ada istilah lagi Open Access. Open Access (OA) kalau diterjemahkan artinya itu Akses Bebas yaitu segala informasi yang berkaitan dengan teknologi digital baik artikel, jurnal ilmiah yang dikemas dalam bentuk digital dan tersebar di internet. Seperti yang sudah dijelaskan di awal dengan adanya internet kemudahan akses informasi berupa artikel dan jurnal dimanapun dan kapanpun. Semuanya tersedia secara online, gratis, dan bebas dari ikatan hak cipta. Artinya, setiap karya yang mereka tampilkan dalam berbagai bentuk, siapa saja bisa mengaksesnya dan terbebas dari hambatan biaya. Biasanya para penyedia tidak begitu peduli jika berkas yang diambil dari tempat mereka akan dipakai untuk tujuan mendapatkan keuntungan alias dijual atau tidak. Tetapi ada juga penyedia yang mencantumkan larangan untuk tidak digunakan demi kepentingan komersial, contohnya kalimat “tidak untuk diperjual belikan”. Apapun bentuk dari pemberitahuan tersebut, semua penyedia Open Access sudah sepakat kalau berkas atau data yang mereka miliki itu harus benar-benar bebas dari biaya setiap kali pengguna mengaksesnya.

Yang terakhir ini akan membahas sedikit tentang Common Creative Writing. Menurut terjemahan saya yang masih kacau yaitu menulis kreatif umum. Menulis kreatif itu adalah proses dalam membuat suatu tulisan/karya yang di dalamnya terkandung informasi atau sesuatu yang baru. Namanya juga kreatif berarti dituntut untuk menghasilkan sesuatu yang orang lain tidak punya dan tulisan tersebut bukan hasil jiplakan dari tulisan orang lain. Menghasilkan sesuatu yang berbeda itu tidak mudah, makanya diperlukan strategi dalam prosesnya. Soal strateginya tergantung dari sang penulis. Selain itu juga banyak buku yang membahas bagaimana strategi menulis yang baik agar pembaca merasa tertarik dan tidak bosan dalam memahami makna kalimat yang tertulis. Jadi, jangan sampai tulisan kita itu dijiplak orang lain, terlebih lagi apalagi kalau kita sendiri yang menjiplak. Kata bang Haji Rhoma, sungguh terlaluuu.. :-D

Kesimpulannya adalah tulisan atau hasil karya seseorang sebaiknya adalah karya orisinil bukan hasil jiplakan dari karya orang lain. Jika ingin menuliskan kalimat seseorang untuk memperkuat tulisan anda, sebaiknya mencantumkan keterangan lengkap dari sumber yang telah diambil. Mengambil kalimat dari karya orang lain juga ada batasannya, jadi jangan sampai anda terkena imbas yang buruk dan berurusan kepada pihak yang berwajib.

Nah, perpustakaan harus bisa dan wajib menginformasikan ketiga hal tersebut kepada para penggunanya. Hal tersebut bisa diinformasikan lewat Pendidikan Pengguna (User Education), media sosial, papan pengumuman dan berbagai media lainnya agar pengguna tidak terjebak dan terlalu bebas saat mencari informasi.

Demikian dari ane sob, semoga bermanfaat buat kita semua.
@sgamalaa (Trust us, We are Librarian)

Minggu, 21 April 2013

Bukan penjaga tapi pengusaha


Assalamu’alaikum wr. wb...
Selamat bertemu kembali sob,.. Semoga semuanya pada sehat dan sukses dalam menggapai impian ya soob.. :-D Amiinn..

Kali ini ane mau bagi-bagi pengalaman selama ane kuliah Prodi Ilmu Perpustakaan sob. Sebagai calon pustakawan harus punya cerita motivasi ya kan soobb!! Nantinya kan bisa kita ceritakan buat anak-anak kita..
Oya sob, ane di kelas satu-satunya orang Batak sob, haha...(kenapa malah bahas suku yaaa)...

Walaupun ada juga yang dari Sumatera tapi sukunya melayu sob. Klo ngomongin orang batak, pasti ente semua udah pada mikir yang aneh kan??? Hayooo ngakuuu!!! Pasti ada yang mikir klo orang Batak gak jauh dari bis merah biru alias kenek metro mini.. waawwwww...pernyataan yang hampir benarr.. hahaaha... Tapi gak sedikit juga yang jadi petinggi pemerintahan sob, contohnya banyak tu pengacara batak kan sob.. Bahkan buanyak kaliiii puuun.. 

Nah karena udah banyak yang jadi petinggi hukum, ane mau lari dari jalur itu soob.. Klo di itung-itung orang Batak yang jadi pustakawan dikit kali sob. 

Oya ane mau berbagi cerita perjalanan ane sebelum nyemplung di Prodi Ilmu Perpustakaan sob.... Ane ngambil Ilmu Perpustakaan bukan karena minat sob, ini ane jujur. Hahaha.... Tapi karena keterpaksaan daripada harus nyari PTN lain sob. Awalnya ane ngikut Ujian Reguler di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di reguler 1, ane gagal sob untuk masuk jurusan Teknik Informatika. 

Waahhh...kejadian itu buat jadi galau soobb.. Karena hampir semua PTN pada tutup n gak buka reguler, ane pun harus pilih PTN dan PTS di jogja sob untuk solusi terkahir. Nyarii 2 supaya ada cadangan klo salah satunya lulus sob. Hhaha..udah kayak maen futsal aja pake cadangan segala. Singkat cerita ane daftar di AMIKOM n UIN lagi sob... Triiingggg!!!! Pake jurus cepat, ternyata ane lulus di AMIKOM jurusan Sistem Informasi sob, dan selang beberapa minggu juga pengumuman di UIN ane lulus di pilihan ketiga Ilmu Perpustakaan dan Informasi sob. 

Nahh...tambah pusing lagi sob. Ahaha..dan akhirnya ane harus pilih di UIN sob karena uang masuknya tidak terlalu banyak sob, klo di UIN cuma 2,4 juta tapi di AMIKOM 14 juta sob. Ahahaha...dapet 1 motor baruu.. tapi dalam hati juga berat gak pilih Sistem Informasi. Tapi gak papa lah, semua ad hikmahnya kan sob. Heheh//

Nah..itu cerita singkat sebelum ane nyemplung di Ilmu Perpustakaan sob. Awalnya malu sob ngakuin jurusan ini, banyak yang memandang sebelah mata sob. Tapi ane sih cuek aja, orang Batak itu gak patah semangat sob. Ane mau ngebuktikan klo Ilmu Perpustakaan itu bukan penjaga perpustakaan sob. Di pandang rendah ane harus bangkit sob. Semester 1 hampir berakhir, ane pun punya ide untuk jadi pengusaha muda sob. :-D sampe beli buku tentang marketing setiap kali ada pameran buku. Tapi hasilnya belum ada sob karena terkendala dana n teman yang gak pada mau di ajak gabung. Haduuuhhh..nasibb..

Ternyata di semster 3 kemaren ide yang udah lama itu harus bisa kesampean sob, harus bisa menciptakan yang baru dari Ilmu Perpustakaan. Singkat cerita ane dapat pencerahan dari Dosen yang asalnya juga sama dari ane sob, dari Medan gitu. Dulu itu pengennya buat sebuah BRAND supaya orang lain tau klo ilmu perpustakaan itu juga bisa jadi wirausaha sob.. Nahhh...tercetuslah nama Brand yang sekarang udah gak asing di jurusan Ilmu Perpustakaan yaitu MOXSHA sob. Untuk memperkenalkan ke orang luas, ane berusaha langsung merekrut 3 orang untuk gabung buat KAOS ilmu Perpustakaan sob dengan brand MOXSHA karya anak Ilmu Perpustakaan. Awalnya masih percobaan sob, kami buat 10pcs dan Alhamdulillah kaos tersebut banyak yang kepengen sob,. Ini dia gambarnya sob..







 

Jadi Ilmu Perpustakaan itu gak harus identik dengan penjaga buku sob, kami sudah membuktikan kalau kami bisa berwirausaha di bidang desain percetakan sob. Tidak berhenti disana sob, sekarang banyak yang pesan untuk dibuatkan desain baik itu spanduk ato pin, kartu nama, plakat dan masih ada lgi sob. Dan hasilnya alhamdulillah lumayan sob..
Jadi, sekarang ane gak malu lagi sob. Karena ane bisa ngebuktikan buat temen ane yang dulunya ngejek gak karuan klo ane punya brand MOXSHA yang mangatasnamakan Ilmu Perpustakaan yang bergerak di bidang desain dan percetakan sob. Daripada harus kuliah di tempat yang bagus tetapi tidak mempunyai karya rasanya kurang mengena sob,, Setuju gak??? Haha..pasti setuju lahhh//..

Klo kata dosen kami sob, namanya bu Labibah Zain bilang Ilmu Perpustakaan juga harus bisa eksis baik di dunia nyata maupun maya. Menghasilkan yang nothing jadi something sob. Istilah lain yaitu mengeksplicitkan tacit knowledge sob..
Ini lah karya kami dari jurusan Ilmu Perpustakaan, mana karya kalian. Tunjukkan dan buktikan kalau kita calon pustakawan bukan jadi penjaga buku tapi pengusaha yang terlahir dari Ilmu Perpustakaan.

Oke sob, mulai sekarang gali potensi kalian dan tunjukkan kalau ente semua pada bisa berwirausaha. Jangan lagi malu sama jurusan lain, Ilmu Perpustakaan harus tetap eksis dan narsis.. okeee..

Sekian dulu sob, ane mohon maaf klo banyak salah yaaa..

Sii yuuuu.. Wassalamu’alaikum wr. wb

Minggu, 17 Maret 2013

Perpustakaan untuk Rakyat


PERPUSTAKAAN UNTUK RAKYAT


                Pasti sobat semua pada mikir apa maksud dari judul di atas. Haha.. Jangan di ambil pusing sob.  Mikirin yang namanya perpustakaan itu gak sulit kok. Apalagi masyarakat sekarang itu udah pada canggih semua. Tinggal searching aja di internet langsung dah ketauan gimana caranya ngelola n ngemajuin yang namanya perpustakaan. Judul di atas merupakan judul dari sebuah buku.
                Bahasan kali ini saya kutip dari kuliah umum beberapa hari yang lalu sob.  Jurusanku sering ngadain yang namanya Kuliah Umum, menghadirkan para praktisi perpustakaan yang top margotop. Hoho..  Narasumber kemarin ada tiga orang sob, ini nih namanya:
1.       Blasius Sudarsono, MLS
2.       Afia Rosdiana
3.       Ratih Rahmawati

Ketiga praktisi itu kami undang dari berbagai daerah. Widiiiihhh…  Pak Blasius n Ratih sengaja kami undang dari Universitas Indonesia sob, dan untuk ibu Afia merupakan pustakawan di perpustakaan kota Jogja. Sebelum kita masuk ke inti ada baiknya kita mendengarkan sekilas tentang mereka sob. Haha..jangan serius gitu donk. :-D Mereka yang dari UI merupakan pengarang buku dari judul di atas sob. Pak Blasius itu pustakawan utama di LIPI, dan sedangkan mbak Ratih itu mahasiswa yang lagi nyusun skripsi gitu. :-D. Kalau ibu Afi orangnya cantik sob, hadehh…sangat peduli sama masyarakat untuk ngembangin TAMAN BACA MASYARAKAT gitu sob.
Oke kita masuk ke intinya aja yaa sob, daripada kelamaan keburu geser mouse malah ngeklik tombol (X) hahah..  Ane gak bakalan nulisin apa yang di omongin mereka sob, ane Cuma ngambil intisarinya aja. Okeee..
Perpustakaan sekarang khusunya di kota jogja merupakan sebuah sumber ilmu pengetahuan paling penting sob. Perpustakaan sekarang sudah hadir di setiap kelurahan sob, yang namanya Taman Baca Masyarakat (TBM). Jadi kita sebagai calon generasi penerus bangsa, setidaknya mencontoh hal tersebut sob untuk kita bangun di daerah kita. TBM bisa dikelola sama siapa saja sob, asalkan dengan hati yang ikhlas demi majunya Negara ini. Sebelum mencapai yang besar kita harus memulai dari yang kecil dulu sob. Kita bangga kalau bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat sekitar kita sob, nah mulai sekarang cari temanmu untuk melakukan kegiatan pengembangan literasi sob. Itu sedikit kesimpulan yang saya ambil dari ibu Afi sob. :-D
Untuk pembicara yang kedua dan ketiga mereka berkolaborasi dalam menciptakan buku sob, dengan berbagai penelitian yang berfokus pada TBM yang ada di kabupaten Sleman. Bukan hasilnya sob yang kita pikirkan tetapi prosesnya. Mbak Ratih yang katanya kesasar masuk jurusan Ilmu Perpustakaan sekarang bisa jadi seorang penulis sob, itu karena keinginannya memajukan kecerdasan maasyarakat sob, beliau mendapat bimbingan dari Pak Blasius yang dipandang sebagai praktisi perpustakaan sob yang mempunyai jutaan pengalaman. Heheh..buanyak banget yaaa… Pustakawan juga harus bisa menulis sob, semua itu berawal dari keterpaksaan tetapi lama kelamaan jadi kesenangan gitu sob. Termasuk anee nee,, haha…  Jangan Cuma banyak ngobrol sob, mendingan obrolanmu dituangkan kedalam tulisan. Biar jadi buku trus ngalahin Negara tetangga sob. Ini nih contoh orang yang sudah menjadi milyarder karena menulis sob, namanya Bambang Trim di tahun 2007 dan 2008 dapat  royalti 270 juta lebih sob dari nulis gitu, ini sumbernya dari buku karangan Salman El Bachri judulnya Menulislah, Maka Kamu Akan Kaya. Nah, mulai sekarang daripada banyak ngomongin yang aneh2 mending nulis toh sob, rezeki itu gak jauh2 dari kita kok. Hehehe..tapi mikirnya jangan karena UANG sob. Okeee….
Yang terakhir ini lebih serius lagi sob, ini kesimpulan dari pak Blasius. Orang yang di tuakan dalam bidang perpustakaan. Kalau dibilang ya udah master lah yaaa.. :-D
Beliau berkata library is librarian. Maksudnya adalah yang dibelakang perpustakaan adalah pustakawan. Seorang pustakawan harus memiliki ruh kepustakawanan. Pasti bingung kan?? Nah kalau bingung ente kapan2 bisa undang tu bapaknya (08181225554). Hehe..baik banget kana nee..
Karena ane baik, bakalan ane kasih sedikit bocoran deh. Kepustakawanan itu memiliki pilar diantaranya : 1) Kepustakawanan adalah panggilan hidup, 2) Spirit of life, 3) Kepustakawanan harus dilakukan secara professional. Nah itu sedikit aja yaa.. bukannya pelit, supaya kita semua tidak berhenti disini sob. Hohoh..
Oke sob yang terakhir ini bicara mengenai pustakawan lagi menurut pak Blasius. Pustakawan itu harus memiliki yang namanya kriteria berikut ini:
1.       Berfikir kritis
Tidak harus orang hukum aja sob yang bisa gini ne, kita juga bisa. Kritis dalam artian yaitu harus selalu mencari dan mencari kebenaran yang memang benar-benar kebenarannya. Haha..pada bengong neee pastii..  Jadi bukan membenarkan yang salah sob. Haha.. harus terus menggali dan menggali demi terciptanya ILMU BARU.
2.       Membaca
Pustakawan harus bisa membaca dunia, agar tidak ketinggalan zaman sob. Sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Alquran di surat Al Alaq.
3.       Menulis
Menulis merupakan salah satu wujud syukur kita kepada sang Maha Pencipta sob, karena kita diberikan kemampuan berfikir untuk menuangkan suatu pemikiran. :-D
4.       Enterpreneurship
Semua orang bisa melakukan hal ini. Sebagai pustakawan harus memiliki jiwa entrepreneurship sob. Karena pemasaran dalam sebuah perpustakaan itu penting sob, dilakukan agar perpustakaan bisa dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya untuk perpustakaan, bisa jual hal lain sob. Masih banyak lagi soal kewirausahaan.
5.       Etika
Nah etika disini, bagaimana pustakawan menyikapi yang namanya kebebasan akses dunia maya sob. Karena itu merupakan tantangan buat para pustakawan sob. Hehe..

Oke, pada intinya sebelum kita mensejahterakan dan mencerdaskan bangsa, terlebih dahulu kita sejahterakan dan cerdaskan pribadi kita dahulu sob. Jangan malu jadi anak Ilmu Perpustakaan sob, terus mencari dan mencari. :-D
Mungkin itu sekialas mengenai bahasan kali ini sob, kalau ada kekurangan bisa ninggalin komen sob. Mana tau ane salah, biar bisa menjadi pelajaran buat kedepannya sob.


Sabtu, 23 Februari 2013

Problematika Perpustakaan dan Pustakawan

Nama perpustakaan kayaknya udah nggak asing lagi kan soobb?? tapi masih banyak yang belum paham mengenai fungsinya yang lebih dalam. Perpustakaan itu gudangnya informasi sob, klo ente pada galau mikirin tugas atau galau karena cintaa..haha..di perpustakaan banyak solusinya sob, bisa baca buku, akses internet dan masih banyak lagiii... Perpustakaan itu berkaitan erat sama yang namanya pustakawan sob. Pustakawan itu adalah tim pengembang perpustakaan yang bekerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa loohh, kloo gak percaya liat aja di UU No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.. heheh..

Pustakawan itu  bukan profesi sembarangan lohh, butuh pendidikan 4 tahun untuk mencapai profesi itu. Naahh, untuk itu studi yang harus di ambil adalah Ilmu Perpustakaan.

Jurusan tersebut hanya ada di beberapa Univ sob contohnya ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tepatnya berada di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. Program studi yang dituntut untuk mengembangkan imajinasi para mahasiswa atas suatu kreatifitas baru, yang nanti pada intinya menjadi pustakawan pengembang perpustakaan dimana saja.. :-D

     Jadiiii,!!!!! (Sedikit agak serius ne sob) haha..
Jurusan Ilmu Perpustakaan itu sangat berpengaruh besar bahkan besar sekaliiiii dalam mengembangkan edukasi, hmmm....klo bahasa Bataknya pendidikan sob.. hoho.. Gak hanya pendidikan saja sob, prodi Ilmu Perpustakaan itu mahasiswa pemberi informasi update gitu lohh sooobb... Peluang untuk mendapatkan pekerjaan begitu banyak sob, contohnya ne yaa.. Yang pertama....pastinya itu banyak di terima di perpustakaan, pemerintahan, kedubes dan bisa menempati posisi keren soobb.. hohoh... Konsultan perpustakaan, programer, dan banyak lagi soob..

   Naahh...pasti sobat pada banyak yang tanya ngapain tu kerjanyaa??? Jaga perpus?? attooo nyusun buku?? haha... Anggapan itu bisa ane tolak setolak tolaknya soobb.. Prodi Ilmu Perpustakaan itu yang paling kereenn adalah menjadi konsultan perpustakaan sob. Mereka bertugas memberikan pencerahan dalam pengembangan seluruh perpustakaan Indonesia.. Jadi jangan malu donk sama jurusan lainn,, kita juga bisa seperti mereka bahkan melebihi mereka sob, ane bisa menjamin soobb karena ini perkataan langsung yang ane inget dari seorang dosen ane soobb...heheh.., begini ne kurang lebih kalimatnya:
"Jurusan lain selain ilmu perpustakaan itu bisa di pelajari sendiri tanpa harus menjalani pendidikan kuliah sobb," ceee iileee....apik meenn..
   Makanya, klo mau tau seluk beluk lebih lanjutt mari gabung di Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kaliaga Yogyakarta soob.. Come join uss brotherr..!!!!

Cuuukuup sobb untuk masalah Prodi..
nah yang masalah berikutnya itu banyak anggapan klo jabatan di perpustakaan itu bisa dimasuki dari berbagai jurusan soobb.. Waaahhh...ane sebenarnya gak setuju siihh sama pendapat yang gituan, yang ngomong begituan itu kayaknya lupa baca buukuu.. hahaha...apa hubungannya!!! :-D

Contohnya baru-baru aja terjadi nee soobb di jakarte, yang katanya gubernurnya APIK, padahal masih kurang ilmu. haha... Mosokk, mantan Walikota yang ada di jakarte selatan di mutasi karena kinerja tidak baik langsung dipindahkan ke Perpustakaan!!!!! Waahh....penghinaan besar namanya itu soob, emangnya perpustakaan itu tempat buangan???? huuuu...
Padahal udah ane singgung mengenai jabatan kan soobb di atas!!! Yang bisa ituu yang hanya mempunyai basic pendidikan Ilmu Perpustakaan soob, jadi jangan mau yaa kita ditindas, bila perlu demooo.. hahaha..

Anggapan lain juga ada yang ngemeng klo pustakawan itu gak punya prestasi soobb.. Padahal ne yaa soobb, kenyataan buannyaak sekali pustakawan yang mempunyai prestasi, tapi ane gak bisa nyalahin satu pihak juga soobb, pamali kata orang Sunda. Hoho.. Ane siihh masih kesal ya sama pemerintah yang kurang mengekspos masalah pustakawan. Banyak para pustakawan yang prestasinya menyebar soob, terutama yang rela membantu warga pelosok pulau untuk memberikan informasi gratis berupa perpustakaan keliling sob. Nahhh beberapa bulan yang lalu juga di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga mendapatkan rekor MURI lohh soob, itu karena hasil kinerja para pustakawan soob yaitu teknologi RFID, ane gak bias jelasin karena terlalu panjang sob.. hehe…bangga ane jadi mahasiswa ilmu perpustakaan UIN Jogja.

Masalah terakhir ne soobb, pasti ente pernah nemuin pustakawan atau staf perpustakaan yang judes, cuek, garang, dan masih banyak lagi dahh.. haha.. Itu siih jangan langsung di salahkan soob, dosa looh klo gosipin orang.. haha..
Apalagi banyak pustakawan yang ngeluh masalah gaji yang kecil, haha.. Klo masalah gaji ya itu teknis perpustakaan soob, klo mau gajinya besar ya harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk perpustakaan dan pengguna sob, yakinn dahh pasti kehidupannya akan maapaan tanpa ngeluhh soobb..

Okeee…
Sekian dari ane sob seputar masalah perpustakaan dan pustakawan. Semoga ente gak lagi galau soal masalah tersebut. Klo kurang mohon di tambah dan di benahi yaaa..SALAM PUSTAKAWAN!!!!! :-D

Selasa, 19 Februari 2013

Pustakawan itu pria pilihan mertua

    Beberapa minggu yang lalu, yaa tepatny pas liburan semester gitu. Iseng-iseng maen ke jakarte, sebenarnya bukan iseng sih, tapi ada niat terselubung minta duit jajan. hoho..

    clep clep cleep, nyampek dah akhirnya di jakarte ba'da Isya di rumah kakek . Biasalah klo udah lama gak ketemu cucu pasti cerita ini itu... ehhhhhh...di tengah cerita, si kakek ngasih pertanyaann yang kalau di ibaratkan udah kayak ke getok martil ketusuk pisau, mak jleeppp gitu.. haha.. gini ne kronologi percakapan kamii.. widih udah kayak peristiwa tragis aja haha :-D

si kakek  : kamu ngambil jurusan apa di jogja??
saya    : Ilmu perpustakaan kek, di UIN Jogja!!!
si kakek  : ooo...udah skripsi??
saya : ya beloom kek, kan baru masuk 2011 yang lalu, jadi yaa Insya Allah target tahun depan.. (agak  
          meninggi dikit..haha)
si kakek : hmmm..kok ngambilnya ilmu perpustakaan?? kan peluangnya masih kecil klo mau kerja..
               kok gak ngambil hukum aja, kan peluang kerjanya besaaarr..
saya : hahaha...kek kek, karena dari kecil itulah nantinya akan besarr. Klo yang besar makin dibesarin              
          malah nanti obesitas kekk. haha..
si kakek : haha..lah trus itu nanti klo udah tamat jadi apa?? Nungguin perpus??
saya : wooo...yo gak lah kek.. (dengan bangga aku menjawab) Banyak kali peluangnya pun.. Konsultan,
          kepala perpustakaan, kedutaan luar negeri, psikolog, programer, masih banyak lagi kek..
si kakek : hmmm..bagus juga ya, kakek pikir nanti kerjanya jadi penjaga perpus, nyusun buku gituu..
saya : hehe..klo gak ada kami para pustakawan, mana bisa mencerdaskan bangsa kek.

Singkat kata, karena udah malem, mata mulai ngantuk, badan linu. Ceritane pun selesai, angkat tas buka pintu langsung daaahh terjun ke kasuurr.. haha..