PERPUSTAKAAN UNTUK RAKYAT
Pasti
sobat semua pada mikir apa maksud dari judul di atas. Haha.. Jangan di ambil
pusing sob. Mikirin yang namanya
perpustakaan itu gak sulit kok. Apalagi masyarakat sekarang itu udah pada
canggih semua. Tinggal searching aja di internet langsung dah ketauan gimana
caranya ngelola n ngemajuin yang namanya perpustakaan. Judul di atas merupakan
judul dari sebuah buku.
Bahasan
kali ini saya kutip dari kuliah umum beberapa hari yang lalu sob. Jurusanku sering ngadain yang namanya Kuliah
Umum, menghadirkan para praktisi perpustakaan yang top margotop. Hoho.. Narasumber kemarin ada tiga orang sob, ini
nih namanya:
1.
Blasius Sudarsono, MLS
2.
Afia Rosdiana
3.
Ratih Rahmawati
Ketiga praktisi
itu kami undang dari berbagai daerah. Widiiiihhh… Pak Blasius n Ratih sengaja kami undang dari
Universitas Indonesia sob, dan untuk ibu Afia merupakan pustakawan di
perpustakaan kota Jogja. Sebelum kita masuk ke inti ada baiknya kita
mendengarkan sekilas tentang mereka sob. Haha..jangan serius gitu donk. :-D
Mereka yang dari UI merupakan pengarang buku dari judul di atas sob. Pak
Blasius itu pustakawan utama di LIPI, dan sedangkan mbak Ratih itu mahasiswa
yang lagi nyusun skripsi gitu. :-D. Kalau ibu Afi orangnya cantik sob,
hadehh…sangat peduli sama masyarakat untuk ngembangin TAMAN BACA MASYARAKAT
gitu sob.
Oke kita masuk ke
intinya aja yaa sob, daripada kelamaan keburu geser mouse malah ngeklik tombol
(X) hahah.. Ane gak bakalan nulisin apa
yang di omongin mereka sob, ane Cuma ngambil intisarinya aja. Okeee..
Perpustakaan
sekarang khusunya di kota jogja merupakan sebuah sumber ilmu pengetahuan paling
penting sob. Perpustakaan sekarang sudah hadir di setiap kelurahan sob, yang
namanya Taman Baca Masyarakat (TBM). Jadi kita sebagai calon generasi penerus
bangsa, setidaknya mencontoh hal tersebut sob untuk kita bangun di daerah kita.
TBM bisa dikelola sama siapa saja sob, asalkan dengan hati yang ikhlas demi
majunya Negara ini. Sebelum mencapai yang besar kita harus memulai dari yang
kecil dulu sob. Kita bangga kalau bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat
sekitar kita sob, nah mulai sekarang cari temanmu untuk melakukan kegiatan
pengembangan literasi sob. Itu sedikit kesimpulan yang saya ambil dari ibu Afi
sob. :-D
Untuk pembicara
yang kedua dan ketiga mereka berkolaborasi dalam menciptakan buku sob, dengan
berbagai penelitian yang berfokus pada TBM yang ada di kabupaten Sleman. Bukan
hasilnya sob yang kita pikirkan tetapi prosesnya. Mbak Ratih yang katanya
kesasar masuk jurusan Ilmu Perpustakaan sekarang bisa jadi seorang penulis sob,
itu karena keinginannya memajukan kecerdasan maasyarakat sob, beliau mendapat
bimbingan dari Pak Blasius yang dipandang sebagai praktisi perpustakaan sob
yang mempunyai jutaan pengalaman. Heheh..buanyak banget yaaa… Pustakawan juga
harus bisa menulis sob, semua itu berawal dari keterpaksaan tetapi lama
kelamaan jadi kesenangan gitu sob. Termasuk anee nee,, haha… Jangan Cuma banyak ngobrol sob, mendingan
obrolanmu dituangkan kedalam tulisan. Biar jadi buku trus ngalahin Negara
tetangga sob. Ini nih contoh orang yang sudah menjadi milyarder karena menulis
sob, namanya Bambang Trim di tahun
2007 dan 2008 dapat royalti 270 juta
lebih sob dari nulis gitu, ini sumbernya dari buku karangan Salman El Bachri judulnya Menulislah, Maka Kamu Akan Kaya. Nah,
mulai sekarang daripada banyak ngomongin yang aneh2 mending nulis toh sob,
rezeki itu gak jauh2 dari kita kok. Hehehe..tapi mikirnya jangan karena UANG
sob. Okeee….
Yang terakhir ini
lebih serius lagi sob, ini kesimpulan dari pak Blasius. Orang yang di tuakan
dalam bidang perpustakaan. Kalau dibilang ya udah master lah yaaa.. :-D
Beliau berkata
library is librarian. Maksudnya adalah yang dibelakang perpustakaan adalah
pustakawan. Seorang pustakawan harus memiliki ruh kepustakawanan. Pasti bingung
kan?? Nah kalau bingung ente kapan2 bisa undang tu bapaknya (08181225554).
Hehe..baik banget kana nee..
Karena ane baik,
bakalan ane kasih sedikit bocoran deh. Kepustakawanan itu memiliki pilar
diantaranya : 1) Kepustakawanan adalah panggilan hidup, 2) Spirit of life, 3)
Kepustakawanan harus dilakukan secara professional. Nah itu sedikit aja yaa..
bukannya pelit, supaya kita semua tidak berhenti disini sob. Hohoh..
Oke sob yang
terakhir ini bicara mengenai pustakawan lagi menurut pak Blasius. Pustakawan
itu harus memiliki yang namanya kriteria berikut ini:
1.
Berfikir kritis
Tidak harus orang hukum
aja sob yang bisa gini ne, kita juga bisa. Kritis dalam artian yaitu harus
selalu mencari dan mencari kebenaran yang memang benar-benar kebenarannya.
Haha..pada bengong neee pastii.. Jadi
bukan membenarkan yang salah sob. Haha.. harus terus menggali dan menggali demi
terciptanya ILMU BARU.
2.
Membaca
Pustakawan harus bisa
membaca dunia, agar tidak ketinggalan zaman sob. Sesuai dengan apa yang telah
tercantum dalam Alquran di surat Al Alaq.
3.
Menulis
Menulis merupakan salah
satu wujud syukur kita kepada sang Maha Pencipta sob, karena kita diberikan
kemampuan berfikir untuk menuangkan suatu pemikiran. :-D
4.
Enterpreneurship
Semua orang bisa
melakukan hal ini. Sebagai pustakawan harus memiliki jiwa entrepreneurship sob.
Karena pemasaran dalam sebuah perpustakaan itu penting sob, dilakukan agar
perpustakaan bisa dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya untuk perpustakaan,
bisa jual hal lain sob. Masih banyak lagi soal kewirausahaan.
5.
Etika
Nah etika disini,
bagaimana pustakawan menyikapi yang namanya kebebasan akses dunia maya sob.
Karena itu merupakan tantangan buat para pustakawan sob. Hehe..
Oke, pada intinya
sebelum kita mensejahterakan dan mencerdaskan bangsa, terlebih dahulu kita
sejahterakan dan cerdaskan pribadi kita dahulu sob. Jangan malu jadi anak Ilmu
Perpustakaan sob, terus mencari dan mencari. :-D
Mungkin itu
sekialas mengenai bahasan kali ini sob, kalau ada kekurangan bisa ninggalin
komen sob. Mana tau ane salah, biar bisa menjadi pelajaran buat kedepannya sob.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar