Minggu, 17 Maret 2013

Perpustakaan untuk Rakyat


PERPUSTAKAAN UNTUK RAKYAT


                Pasti sobat semua pada mikir apa maksud dari judul di atas. Haha.. Jangan di ambil pusing sob.  Mikirin yang namanya perpustakaan itu gak sulit kok. Apalagi masyarakat sekarang itu udah pada canggih semua. Tinggal searching aja di internet langsung dah ketauan gimana caranya ngelola n ngemajuin yang namanya perpustakaan. Judul di atas merupakan judul dari sebuah buku.
                Bahasan kali ini saya kutip dari kuliah umum beberapa hari yang lalu sob.  Jurusanku sering ngadain yang namanya Kuliah Umum, menghadirkan para praktisi perpustakaan yang top margotop. Hoho..  Narasumber kemarin ada tiga orang sob, ini nih namanya:
1.       Blasius Sudarsono, MLS
2.       Afia Rosdiana
3.       Ratih Rahmawati

Ketiga praktisi itu kami undang dari berbagai daerah. Widiiiihhh…  Pak Blasius n Ratih sengaja kami undang dari Universitas Indonesia sob, dan untuk ibu Afia merupakan pustakawan di perpustakaan kota Jogja. Sebelum kita masuk ke inti ada baiknya kita mendengarkan sekilas tentang mereka sob. Haha..jangan serius gitu donk. :-D Mereka yang dari UI merupakan pengarang buku dari judul di atas sob. Pak Blasius itu pustakawan utama di LIPI, dan sedangkan mbak Ratih itu mahasiswa yang lagi nyusun skripsi gitu. :-D. Kalau ibu Afi orangnya cantik sob, hadehh…sangat peduli sama masyarakat untuk ngembangin TAMAN BACA MASYARAKAT gitu sob.
Oke kita masuk ke intinya aja yaa sob, daripada kelamaan keburu geser mouse malah ngeklik tombol (X) hahah..  Ane gak bakalan nulisin apa yang di omongin mereka sob, ane Cuma ngambil intisarinya aja. Okeee..
Perpustakaan sekarang khusunya di kota jogja merupakan sebuah sumber ilmu pengetahuan paling penting sob. Perpustakaan sekarang sudah hadir di setiap kelurahan sob, yang namanya Taman Baca Masyarakat (TBM). Jadi kita sebagai calon generasi penerus bangsa, setidaknya mencontoh hal tersebut sob untuk kita bangun di daerah kita. TBM bisa dikelola sama siapa saja sob, asalkan dengan hati yang ikhlas demi majunya Negara ini. Sebelum mencapai yang besar kita harus memulai dari yang kecil dulu sob. Kita bangga kalau bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat sekitar kita sob, nah mulai sekarang cari temanmu untuk melakukan kegiatan pengembangan literasi sob. Itu sedikit kesimpulan yang saya ambil dari ibu Afi sob. :-D
Untuk pembicara yang kedua dan ketiga mereka berkolaborasi dalam menciptakan buku sob, dengan berbagai penelitian yang berfokus pada TBM yang ada di kabupaten Sleman. Bukan hasilnya sob yang kita pikirkan tetapi prosesnya. Mbak Ratih yang katanya kesasar masuk jurusan Ilmu Perpustakaan sekarang bisa jadi seorang penulis sob, itu karena keinginannya memajukan kecerdasan maasyarakat sob, beliau mendapat bimbingan dari Pak Blasius yang dipandang sebagai praktisi perpustakaan sob yang mempunyai jutaan pengalaman. Heheh..buanyak banget yaaa… Pustakawan juga harus bisa menulis sob, semua itu berawal dari keterpaksaan tetapi lama kelamaan jadi kesenangan gitu sob. Termasuk anee nee,, haha…  Jangan Cuma banyak ngobrol sob, mendingan obrolanmu dituangkan kedalam tulisan. Biar jadi buku trus ngalahin Negara tetangga sob. Ini nih contoh orang yang sudah menjadi milyarder karena menulis sob, namanya Bambang Trim di tahun 2007 dan 2008 dapat  royalti 270 juta lebih sob dari nulis gitu, ini sumbernya dari buku karangan Salman El Bachri judulnya Menulislah, Maka Kamu Akan Kaya. Nah, mulai sekarang daripada banyak ngomongin yang aneh2 mending nulis toh sob, rezeki itu gak jauh2 dari kita kok. Hehehe..tapi mikirnya jangan karena UANG sob. Okeee….
Yang terakhir ini lebih serius lagi sob, ini kesimpulan dari pak Blasius. Orang yang di tuakan dalam bidang perpustakaan. Kalau dibilang ya udah master lah yaaa.. :-D
Beliau berkata library is librarian. Maksudnya adalah yang dibelakang perpustakaan adalah pustakawan. Seorang pustakawan harus memiliki ruh kepustakawanan. Pasti bingung kan?? Nah kalau bingung ente kapan2 bisa undang tu bapaknya (08181225554). Hehe..baik banget kana nee..
Karena ane baik, bakalan ane kasih sedikit bocoran deh. Kepustakawanan itu memiliki pilar diantaranya : 1) Kepustakawanan adalah panggilan hidup, 2) Spirit of life, 3) Kepustakawanan harus dilakukan secara professional. Nah itu sedikit aja yaa.. bukannya pelit, supaya kita semua tidak berhenti disini sob. Hohoh..
Oke sob yang terakhir ini bicara mengenai pustakawan lagi menurut pak Blasius. Pustakawan itu harus memiliki yang namanya kriteria berikut ini:
1.       Berfikir kritis
Tidak harus orang hukum aja sob yang bisa gini ne, kita juga bisa. Kritis dalam artian yaitu harus selalu mencari dan mencari kebenaran yang memang benar-benar kebenarannya. Haha..pada bengong neee pastii..  Jadi bukan membenarkan yang salah sob. Haha.. harus terus menggali dan menggali demi terciptanya ILMU BARU.
2.       Membaca
Pustakawan harus bisa membaca dunia, agar tidak ketinggalan zaman sob. Sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Alquran di surat Al Alaq.
3.       Menulis
Menulis merupakan salah satu wujud syukur kita kepada sang Maha Pencipta sob, karena kita diberikan kemampuan berfikir untuk menuangkan suatu pemikiran. :-D
4.       Enterpreneurship
Semua orang bisa melakukan hal ini. Sebagai pustakawan harus memiliki jiwa entrepreneurship sob. Karena pemasaran dalam sebuah perpustakaan itu penting sob, dilakukan agar perpustakaan bisa dikenal oleh masyarakat luas. Tidak hanya untuk perpustakaan, bisa jual hal lain sob. Masih banyak lagi soal kewirausahaan.
5.       Etika
Nah etika disini, bagaimana pustakawan menyikapi yang namanya kebebasan akses dunia maya sob. Karena itu merupakan tantangan buat para pustakawan sob. Hehe..

Oke, pada intinya sebelum kita mensejahterakan dan mencerdaskan bangsa, terlebih dahulu kita sejahterakan dan cerdaskan pribadi kita dahulu sob. Jangan malu jadi anak Ilmu Perpustakaan sob, terus mencari dan mencari. :-D
Mungkin itu sekialas mengenai bahasan kali ini sob, kalau ada kekurangan bisa ninggalin komen sob. Mana tau ane salah, biar bisa menjadi pelajaran buat kedepannya sob.